Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

Lele Penghuni Telaga Ranjeng Dipercaya Berganti Wujud Menjadi Tikus Sawah

@Bumiayuku - BERJARAK 2 kilometer sebelum memasuki perkebunan teh Kaligua di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, terdapat cagar alam langka yang mungkin hanya satu-satunya di dunia.

Telaga Renjeng, namanya. Tempat ini berupa danau kecil memanjang yang terletak di antara bukit-bukit ladang kentang petani dan aneka pohon pinus serta tegakan hutan rakyat lainnya. Suasananya sangat teduh dan dingin, bahkan bisa dikatakan cenderung angker.

Cagar alam yang memiliki nama resmi Tlogo Ranjeng ini menampung debit air seluas 48,5 hektare. Danau ini sudah ditetapkan menjadi ekosistem yang dilindungi sejak zaman Belanda. Penetapannya sendiri, yang tertulis di papan pengumuman sebelum memasuki cagar alam, melalui SK Penunjukan SK Gubernur Belanda Nomor 25 tanggal 11 Januari 1925.

Telaga Ranjeng sudah lama terkenal dengan jutaan ikan lele jinaknya. Lele ini menurut penuturan banyak orang akan bergerombol bila pengunjung melempar nasi atau roti ke dalam danau. Lele-lele tersebut konon sangat akrab dengan wisatawan dan sabar menunggu setiap makanan yang dilempar ke danau.

Keberadaan jutaan lele Telaga Ranjeng ini sejak dua tahun terakhir semakin menjadi misteri tak terpecahkan. Entah apa sebabnya, sejak 2010 jutaan lele di danau kecil ini raib bak ditelan bumi. Danau yang sebelumnya hanya berisi ikan lele saat ini hanya terisi air tawar yang tenang dan gelap. Tak ada satu pun lele yang menghuni Telaga Ranjeng.

Hingga saat ini tak ada satu pun pihak yang dapat memastikan kemana perginya jutaan lele tersebut. Berbagai pendapat memang sempat muncul mengenai hilangnya jutaan lele tersebut, namun semua itu hingga kini belum ada kejelasan. Alhasil, raibnya jutaan lele ini membuat Telaga Ranjeng bertambah kramat dan disegani.

“Karena jumlahnya jutaan, tak mungkin bisa diambil manusia. Ada juga yang bilang lele tersebut mati keracunan limbah pertanian, namun anehnya tak ada satu pun bangkai yang ditemukan,” kata Kamdo, Kepala Desa Pandansari.

Berbagai spekulasi bermunculan, Hingga ada yang percaya jika jutaan lele di tempat ini berubah menjadi tikus sawah. Banyak penduduk di sekitar danau percaya banyaknya hama tikus yang dalam tahun-tahun belakangan menyerang sawah-sawah penduduk berasal dari jutaan ikan lele Telaga Ranjeng.

Perlahan ikan lele yang berubah menjadi tikus sawah menjadi keyakinan. Alhasil sampai sekarang mudah dijumpai beberapa petani yang sengaja mengambil air di Telaga Ranjeng hanya dengan tujuan dicipratkan ke sawah. Banyak petani percaya hal itu akan membuat hama tikus yang merusak tanaman mereka segera hilang.

“Pada hari-hari tertentu banyak masyarakat minta air Telaga Ranjeng untuk ciprat-ciprat sawah mereka,” kata Kamdo menambahkan. (agus setiyanto)

Sumber : SatelitPost

Sosok Marpuah di Bumiayu, Bintang Radio RRI Purwokerto 1968-1969

@Bumiayuku - Marpuah Bintang Radio RRI Purwokerto 1968-1969

Sosok Marpuah di Bumiayu pernah menyita perhatian publik. Satu di antaranya ketika dia menjadi pemimpin partai nasionalis terbesar di Bumiayu. Bahkan, hingga detik ini hanya seorang Marpuahlah yang mampu menghadirkan Megawati Soekarnoputri di kota santri Brebes selatan ini.

Dari wawancara dan penelusuran berbagai dokumen pribadinya, SatelitPost menemukan beberapa foto kehadiran Presiden perempuan pertama Indonesia itu di Bumiayu. Terlihat jelas Megawati berdiri di atas podium dengan ribuan pendukungnya yang memadati lapangan Pendawa Desa Kaliereng, depan rumah Marpuah. “Ibu Mega pernah nginep di sini dan khusus datang untuk Ibu,” katanya.


“Ibu memang pernah menjadi ketua partai,” kata Marpuah menegaskan identitas masa lalunya. Meski begitu keterlibatannya dalam dunia politik, sangat berbeda dengan kebanyakan politisi zaman sekarang. Politik hari ini, menurut dia, jauh dari nilai ideologis atau pun moralitas.

Sebagai tokoh tua, bahkan pertama di kalangan nasionalis Bumiayu, jika dia mau tentu mudah bila ingin mencicipi manisnya kedudukan sebagai wakil rakyat di Senayan Jakarta. Namun, Marpuah berbeda, kedekatan dengan Megawati enggan dimanfaatkannya.

Kepada SatelitPost, Marpuah memberikan kertas dokumen tipis. Dokumen itu berjudul Cukilan Sejarah Berdirinya SMP Marhaenis di Bumiayu. Di dalamnya tertulis runtutan bagaimana beberapa tokoh tua nasionalis Bumiayu memperjuangkan pendirian sekolah pengkabar nilai-nilai Soekarno pertama dan terakhir di daerah itu. Di sana nama Marpuah tercatat dalam urutan pertama para guru aktivis SMP Marhaenis.

Senioritas Marpuah bagi kalangan nasionalis memang tidak bisa dipungkiri. Buktinya, untuk hanya menyenangkan mantan Bintang Radio RRI Purwokerto ini, seorang calon bupati Brebes pada saat kampanyenya kemarin, harus rela mendatangkan dalang terkenal pentas di lapangan Pendawa. “Beliau nanggap wayang buat ibu,” katanya.

Kini, di usia lanjutnya, Marpuah juga tetap setia dengan dunia radio. Di ruang depan rumahnya ada radio yang menurut penuturannya pemberian kawan-kawannya di udara. Radio itu selalu diperdengarkannya sebagai pelepas rindu. Kawan-kawannya pun cukup banyak, bahkan di antara mereka lebih dominan kalangan muda-mudi di Bumiayu.

Dhani, seorang mantan penyiar Radio Bumiayu menuturkan, stasiun radionya selalu ramai bila Marpuah datang. Kedatangan Marpuah selalu dinanti-nantikan banyak pendengar radio yang kebanyakan ABG. Beliau, kata dia, seorang nenek dengan semangat yang tak pernah padam.

“Kalau datang ke radio, saya selalu kabarin ke pendengar. Tidak berapa lama kemudian,  stasiun radio pasti ramai,” ujarnya. (agus setiyanto)

Sumber : SatelitPost

Bioskop Sena Jadi Tempat Hiburan Rakyat dan Tentara

@Bumiayuku - PENELUSURAN pelaku sejarah mula Bioskop Sena di Bumiayu pada Rabu (27/3) menemukan titik terang. Dua orang saksi hidup bioskop pertama di Brebes selatan itu, kemarin berhasil dijumpai dan memberi keterangan berharga periode awal bioskop tersebut kepada SatelitPost.

Sahroni, pria kelahiran 1930 yang tinggal di kompleks Bioskop Sena, Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, menuturkan Gedong Sena, begitu dia menyebut, sudah mulai beroperasi pada 1951. Ini berbeda dengan keterangan Anis Khamim SE, Ketua Yayasan Kerabat, pemilik gedung sekolah yang berdiri di bekas lahan sekolah Tionghoa itu.

Sahroni memang membenarkan Bioskop Sena berdiri di lahan bekas sekolah milik Tiong Hwa Hwee Koan (THHK). Namun, jauh sebelum peristiwa pemberontakan 1965 yang disebutnya sebagai Gestok (gerakan satu Oktober), Gedong Sena menurutnya sudah lebih dulu terkenal.

Sebelum dibangun bioskop, selain kompleks sekolah Tionghoa, di lokasi tersebut pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang juga sering dijadikan pementasan ketoprak, sandiwara, dan tonil. Cerita Kamandaka adalah satu judul pertunjukan yang paling sering dipentaskan di zaman itu.

“Namun karena tahun revolusi (1945-1949) tempat itu sepi, baru pada 1951 dibangun bioskop. Pertama namanya Bioskop Venus, tapi karena kebarat-baratan jadinya dilarang dan diubah menjadi Sena,” katanya.

Tan Ing Haay, pria kelahiran 1942 bercerita hal lain terkait Bioskop Sena. Satu di antara pengurus Yayasan Eka Bakti, yakni yayasan yang mencoba meneruskan perjuangan THHK di Bumiayu ini, membenarkan Bioskop Sena didirikan pada 1951. Satu di antara banyak tujuan pembangunan bioskop ini, menurutnya menghibur rakyat dan tentara sehabis masa perang kemerdekaan.

Pada 1947 sewaktu Agresi Militer Belanda 1 meletus, kenang dia, masyarakat Bumiayu membakar habis sekolah Tionghoa. Rakyat waktu itu marah karena beranggapan komunitas Tionghoa di sini mendukung Belanda dan tidak cinta perjuangan Indonesia. Karena rusak, terpaksa harus membangun lagi gedung pertunjukan baru.

“Karena rusak dibakar, akhirnya harus dibangun gedung pertunjukan baru,” katanya.

Awal 1950 dimulailah pembangunan Bioskop Sena. Antara masyarakat dan kalangan militer waktu itu bahu membahu menghidupkan dunia pertunjukan di Bumiayu kembali. Bahkan, ketika Jenderal Ahmad Yani di Bumiayu menumpas gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), kata Haay, dia ikut aktif mendukung beroperasinya Bioskop Sena.

Haay masih ingat betul bagaimana suasana awal pembukaan dan pemutaran film di Bioskop Sena pada 1951. Pengunjung utama waktu itu kebanyakan tentara yang bertugas memadamkan gerakan DI/TII di Brebes selatan. Meski lupa berapa harga tiket awalnya, namun dia ingat waktu itu semua tentara yang masuk ke bioskop oleh pengelolanya diberi diskon harga tiket 50 persen.

“Film pertama yang diputar waktu itu film Perang Dunia II, di dalamnya mengisahkan bagaimana Belanda kalah dari Jepang dan lari ke Australia,” katanya.

Selama periode 51-65 Bioskop Sena belum memasuki zaman keemasan. Selain dalam tahun-tahun itu di Bumiayu banyak gejolak militer dan politik, waktu itu pengelola juga masih kesulitan memperoleh judul film-film layar lebar. Zaman itu, kata Sahroni, yang pernah sebagai pemutar film dan penjaga diesel Bioskop Sena, pengelola bioskop harus menunggu film kiriman dari Cirebon.(agus setiyanto/bersambung)

Sumber : SatelitPost

Selasa, 02 April 2013

Daftar Nominatif Tenaga Honorer K2 Brebes

DAFTAR NOMINATIF TENAGA HONORER KATEGORI II

Instansi : Pemerintah Kab. Brebes
Jumlah Data : 2788
Jumlah Data sesuai Validasi aplikasi BKN : 2788
Jumlah Data tidak sesuai Validasi aplikasi BKN : 0
Jumlah Data Duplikasi/ Rangkap : 0

Selengkapnya bisa di download via 4shared.com di sini versi pdf

Selengkapnya bisa di download via 4shared.com di sini versi text


Sumber BKD Kabupaten Brebes

Kamis, 07 Maret 2013

Logo - Logo Pendidikan di Wilayah Brebes Selatan Bumiayu

@Bumiayuku - Berikut kita share logo logo SMA/SMP/DLL yang ada disekitar wilayah Brebes Selatan.













Kamis, 07 Februari 2013

Pelajar dan Mahsiswa Brebes Minta Beasiswa


Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) siap membantu Pemerintah Kabupaten Brebes dalam membangun daerahnya. Meski demikian, bukan berarti KPMDB tidak bersikap kritis dalam menyikapi kebijakan yang diambil Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum KPMDB Pusat Mohammad Asy Ari saat audiensi dengan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE diruang kerja Bupati Rabu (6/2/2013).

Menurutnya, sebagai mahasiswa harus memiliki idealisme yang tinggi dengan jalan mengkritisi sekaligus urun solusi dalam kebijakan pemerintahan. Bila tidak berpihak pada kepentingan rakyat banyak, tentu mahasiswa harus bersikap kritis. Meski hanya sebatas pemikiran, tetapi suara mahasiswa adalah suara nurani tanpa pamrih. “Kami ingin membangun sinergisitas dalam membangun Brebes,” ungkap Asy Ari.

Dia juga meminta pada Bupati untuk memberikan peluang beasiswa dan perhatian penuh pada rekan-rekan mahasiswa yang kurang mampu namun memiliki prestasi yang gemilang. “Rekan-rekan kami tidak hanya dari kalangan beruntung, tetapi juga dari masyarakat biasa. Untuk itu kami minta ada beasiswa khusus bagi rekan-rekan yang kurang beruntung,” pintanya.

Audiensi diterima langsung oleh Bupati sekitar pukul 10.00 siang. Turut mendampingi Asisten 2 Setda Ir Moh Iqbal, Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan Dra Lutfiatul Latifah. Bupati mengaku bangga dengan kehadiran adik-adik mahasiswa yang bersilaturahmi ke ruang kerjanya. Sebab dengan jalinan silaturahmi akan diberikan kemudahan menjalani hidup dan kehidupan, ditambahkan rejeki dan dipanjangkan umurnya.

Bupati mengaku bangga dengan kehadiran adik-adik mahasiswa yang bersilaturahmi ke ruang kerjanya. Sebab dengan jalinan silaturahmi akan diberikan kemudahan menjalani hidup dan kehidupan, ditambahkan rejeki dan dipanjangkan umurnya. Bupati berjanji akan menerima segala aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa baik dalam bentuk penyampaian langsung maupun dengan tulisan. Termasuk mengkritisi APBD dan peluang bagi mahasiswa untuk mengalokasikan kegiatannya dengan pembiayaan dari Pos APBD. “Untuk bantuan kepada organisasi, harus by name by adress. Jadi kalau KPMDB jelas organisasi dan peruntukan pembiayaannya gamblang, tentu bisa diakomodir,” terang Bupati.(Ros_KL.17/R1) 

Jumat, 01 Februari 2013

Lowongan Kerja Bank BUMN BRI Bumiayu


@Bumiayuku - LOWONGAN KERJA (KHUSUS BUMIAYU)

BANK BUMN (BRI) membutuhkan tenaga kerja dengan sistem HEAD HUNTER dimana proses perekrutan melalui Group Perusahaannya yaitu PT. Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) BRI Group namun kontrak kerja dilakukan dengan Bank BRI, untuk menempati posisi sebagai berikut:


FRONTLINER
Customer Service dan Teller 

Persyaratan Umum :
1. Pria dan Wanita
2. Pendidikan terakhir min. D3 Segala Jurusan dengan IPK min. 2.75 Skala 4
3. Usia maksimal 25 tahun
4. Tinggi min. Pria 165 cm dan Wanita min 155 cm
5. Berpenampilan menarik, enerjik dan komunikatif
6. Belum menikah
7. Mampu mengoperasikan Komputer (Min. MS Office)

Persyaratan administrasi :
1. Surat lamaran lengkap
2. CV
3. Foto copy ijazah
4. Foto copy transkip nilai
5. SKCK yang masih berlaku
6. Pas photo ukuran 4x6 (berwarna)
7. Foto copy KTP

Lamaran ditujukan kepada :

PT. PRIMA KARYA SARANA SEJAHTERA
KANTOR CABANG SEMARANG
Jl. SRIWIJAYA NO. 72
S E M A R A N G
(024-8315579 DGN IBU MIRNA)

Sabtu, 12 Januari 2013

Indahnya Waduk Penjalin

Foto : Ali Rokhman/Waduk Penjalin

Potensi wisata di Kabupaten Brebes memang luar biasa mulai dari wisata agro, danau, air panas, pantai dan masih banyak lagi yang menarik. Wisata yang tidak kalah menariknya adalah wisata waduk atau bendungan, Brebes mempunyai dua waduk yaitu Waduk Malahayu di Kecamatan Banjarharjo dan Waduk Penjalin di Kecamatan Paguyangan.

Foto : boypurwo/Waduk Penjalin
Waduk Penjalin memiliki luas 1,25 km2 dan isi 9,5 juta m3, terletak di tengah-tengah Desa Winduaji , 2,4 km arah selatan ibu kota Kecamatan Paguyangan . Dari ibu kota kecamatan ke arah selatan jurusan Purwokerto , kemudian sampai Desa Winduaji belok kanan ke lokasi waduk. Dari kota Paguyangan jaraknya 6 km, dari kota Bumiayu 12 km. Sedangkan dari Purwokerto 30 km. Waduk Penjalin terletak perbatasan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes.


Waduk ini dibangun tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda bersamaan dengan Waduk Malahayu. Air waduk ini dipersiapkan untuk menyuplai irigasi Sungai Pemali bawah dan areal persawahan. Penjalin dalam Bahasa Jawa berati rotan.

Di bagian muka waduk ini terdapat tanggul dengan ketinggian 16 m, lebar 4 m, dan panjang 850 m. Keliling waduk dikitari pedukuhan Mungguhan, Keser Kulon, Kali Garung, Kedung Agung, Soka, Karangsempu, Pecikalan, dan Karangnangka. Sedangkan di sebelah timur yang merupakan tanggul dan pintu gerbang waduk adalah dukuh Keser Tengah.

Warga sekitar memanfaatkan kekayaan alam sekitar waduk sebagai tempat mencari nafkah, antara lain mencari ikan, memelihara keramba apung, dan pada saat Lebaran warga menyewakan perahu untuk rekreasi air keliling waduk. Sekarang, waduk itu banyak dimanfaatkan warga kota untuk berlibur dan bersantai seperti pengunjung dari Purwokerto, Cilacap, dan Purbalingga.

Foto : Ali Rokhman/Waduk Penjalin
Pada setiap Lebaran Idul Fitri diselenggarakan Pekan Wisata Idul Fitri dengan acara lomba menangkap itik, balap perahu kecil atau jukung, pentas dangdut dan hiburan anak.

Selama ini pengunjung hanya mendatangi bibir muka waduk menaiki tangga setelah itu melihat keindahan danau semabari menghirup udara segar. Coba sekali kali memutar disamping waduk, sebuah pemandangan yang indah akan ditemukan disetiap sudut waduk, begitu indahnya setelah itu cari warung sederhana dan duduk menikmati di bibir waduk dijamin bisa menghilangkan rasa penat dari aktifitas apalagi bisa makan diwarung khas ikan betutu.

Tidak hanya menikmati ikan betutu, jika Topmania ingin menelusuri waduk para nahkoda jukung (perahu kecil) siap mendayung berkeliling waduk, tarifnya relatif murah antara 50 ribu sampai 75 ribu itupun tergantung jumlah penumpangnya dan masih bisa di tawar. Menyenangkan bukan, kapan topmania berlibur ke Waduk Penjalin.

Sumber : DJ-01/Wisata/travel/topfm

Senin, 07 Januari 2013

Warga Geger, Lubang Besar Menganga Tiba-Tiba Muncul

PanturaNews (Brebes) - Sebuah lubang besar menganga atau biasa disebut dengan Sinkhole, muncul di Dukuh Igirpandan RT 06 RW 06 Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sinkhole sedalam 15 meter dan memiliki diameter 7 meter itu, terjadi secara tiba-tiba setelah turun hujan di lahan tanaman rumput gajah milik warga, sehingga membuat warga geger.

"Saat itu terjadi hujan dan air hujan itu sempat mengalir ke bagian tanah tanah yang rendah, tiba-tiba terdengar suara seperti drum jatuh yang cukup keras," kata Paimun (62) warga setempat kepada PanturaNews.Com, Senin 07 Januari 2013.

Sinkhole muncul pada Sabtu 05 Januari 2013 sekira pukul 16.00 WIB sekitar 200 meter dari pemukiman warga, dan juga bangunan gedung SD Pandansari 01. Kejadian itu bukan yang pertama, dua tahun lalu juga terjadi tak jauh dari lokasi tersebut. Bahkan lebih besar, kedalaman sampai 25 meter dan garis tengah mencapai 15 meter.

"Sekitar 200 meter dari lokasi itu dua tahun lalu juga terjadi lubang menganga yang cukup besar dan sekarang juga masih ada," kata Paimun.

Dikatakan, pada tahun 1994 lalu juga terjadi meski tidak terlalu besar dan masih di sekitar lokasi tersebut. Pada lokasi itu merupakan kawasan yang rendah dan membentuk cegokan sehingga setiap terjadi hujan air mengalir dan meresap di kawasan tersebut. "Seingat saya ini kejadian yang ketiga kalinya di tanah yang cegokan itu," ucap Paimun.

Kepala Desa Pandansasi, Kamdo membenarkan kejadian tersebut dan telah melaporkan ke Kecamatan Paguyangan untuk diteruskan ke Bupati Brebes. Diharapkan ada penanganan atau penelitian atas fenomena itu.

"Ini bukan yang pertama kali, maka kami berharap ada penelitian kenapa bisa terjadi dan kemungkinan dampaknya," katanya.

Kejadian itu juga sempat membuat warga kawatir, terutama jika sampai menimbulkan retakan tanah atau terjadi lagi secara tiba-tiba di daerah pemukiman warga. "Kakwatiran warga kalau terjadi lagi di daerah pemukiman," ucap Kamdo.

Camat Paguyangan, Drs Hudiyono MSi menghimbau kepada warga sekitar untuk waspada. Jika terjadi perkembangan yang membahayakan segera melapor ke Pemerintah Desa untuk dilakukan tindakan pengamanan.

"Itu jelas fenomena alam yang patut diwaspadai, karenanya kami menghimbau warga untuk waspada," katanya kepada PanturaNews.Com saat meninjau ke lokasi..

Pihaknya juga akan segera berkordinasi dengan Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait untuk segera melakukan penanganan seperlunya. Diharapkan juga dilakukan penelitian untuk mengetahui kemungkina dampaknya bagi lingkungan.

"Kami akan minta untuk dilakukan penelitian atas fenomena alam yang tergolong langka ini," pungkas Hudiyono.

Sumber : PanturaNEWS

Senin, 10 Desember 2012

56 Desa Dukung Pemekaran


BUMIAYU - Pernyataan Gubernur Bibit Waluyo yang mengisyaratkan penolakan pemekaran tak mengendurkan semangat masyarakat Brebes selatan. Sampai dengan Sabtu (8/12) kemarin, sebanyak 56 desa menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Kabupaten Brebes Selatan.

Bentuk dukungan tersebut dituangkan dalam Keputusan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). 
Data diperoleh dari Forum Komunikasi (Forkom) Kades, ke-56 desa yang  menyatakan dukungannya tersebut berasal Kecamatan Bumiayu (12 desa),  Paguyangan (12 desa), Bantarkawung (16 desa) dan Kecamatan Salem (16 desa). 

Pihak Forkom memastikan jumlah tersebut akan bertambah karena dukungan dari dua kecamatan lainnya, yakni Tonjong dan Sirampog tinggal menunggu waktu saja. ’’Sudah ada 56 desa yang menyatakan dukungannya dalam bentuk Keputusan BPD. Jumlah tersebut sudah lebih dari 50 persen dari jumlah total 93 desa yang ada di Brebes Selatan,’’ kata Ketua Forkom Kades Zaenal Arifin SAg, kemarin.

Menurut Zaenal, surat dukungan dalam bentuk keputusan BPD akan segera diajukan ke DPRD. ’’Waktunya belum ditentukan, tapi dalam bulan bulan ini syarat administrasi berupa surat Keputusan BPD akan diserahkan ke DPRD,’’ katanya. 

Sementara diperoleh kabar, rapat Forkom-Presidium yang berlangsung di Desa/Kecamatan Salem, Minggu (9/12), memutuskan presidium tetap menjadi wadah perjuangan pemekaran. ’’Presidium tetap menjadi wadah perjuangan, namun keanggotaannya akan direstrukturisasi. Keanggotaannya akan diperbarui dengan melibatkan kades, BPD dan elemen masyarakat,’’ ungkap Ketua LSM Pampera M Jamil melalui telepon selulernya. 
Dia menegaskan, kehadirannya dalam rapat Forkom-Presidium adalah untuk mengawal semangat pemekaran agar tidak menyimpang dari tujuan.  (H51-49,47) (/) 

Jumat, 07 Desember 2012

Kisah Uang Rp.1000 dan Rp.100.000


Sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia.
Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat.
Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda.
Kemudian diantara kedua uang tersebut terjadilah percakapan,

Rp.100.000 bertanya kepada yang Rp.1000 "kenapa badan kamu begitu lusuk, kotor dan bau amis?"

Dijawablah olehnya "karena aku begitu keluar dari Bank langsung ditangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis"

Lalu Rp.1000 bertanya balik pd Rp.100.000 "kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?"

Dijawabnya "karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnyapun di restauran mahal, di mall dan jg hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet"

Lalu Rp.1000 bertanya lagi 
"pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?"

Dijawablah oleh Rp.100.000
"belum pernah "

Rp.1000. pun berkata lagi
"ketahuilah,,walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap jum'at aku selalu mampir di Masjid-Masjid, Minggu Gereja-Gereja, Wihara, Klenteng, Pure dan ditangan anak-anak yatim, bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan karena aku tidak dipandang manusia bukan karena nilai tapi yang dipandang adalah sebuah manfaat."

Akhirnya menangislah uang Rp.100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi tapi tidak begitu bermanfaat selama ini.

###
Jadi bukan seberapa besar penghasilan Anda,
tapi seberapa bermanfaat penghasilan Anda itu.
Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat dan memberi manfaat untuk semesta alam serta dijauhkan dari sifat sombong

Selasa, 04 Desember 2012

Kenapa UMR 2013 Harus Menjadi Rp 2,5 juta Per Bulan?


Tahun 2012 sebentar lagi akan berakhir, dan segera prospek UMR 2013 (sekarang diubah menjadi Upah Minimum Provinsi dan Upah Minimum Kota/Kabupaten) menjadi ramai dibicarakan. Sejumlah wakil pekerja menyuarakan agar UMP DKI Jakarta dinaikkan menjadi Rp 2,4 jutaan, atau naik secara dramatis dibanding UMP tahun ini yang angkanye berkisar pada Rp 1,5 juta per bulan.

Menjalani hidup di kota besar seperti Jabodetabek dengan dua anak, hanya dengan gaji 1,5 jutaan memang amat menghimpit. Empati sedalam-dalamnya harus selalu dihadirkan bagi perjuangan mereka menuntut kenaikan gaji (saya kadang bete terjebak kemacetan gara-gara demo buruh, namun saya kemudian ingat : anak-anak mereka di-rumah mungkin tengah menangis lantaran ayahnya tak lagi sanggup membeli nasi).

Di pagi yang mendung ini, ditengah beban biaya hidup yang kian menghimpit, ditengah kegalauan lantaran uang gaji yak pernah lagi bisa ditabung, kita mau membedah tema itu : tentang upah minimal yang selayaknya dihaturkan pada jutaan pekerja Indonesia yang tercinta.

Oke, oke, saya sudah sering mendengar kenapa usulan kenaikan UMP menjadi 2 jutaan per bulan itu tidak masuk akal. Pasti banyak perusahaan yang tidak sanggup, tutup usahanya (atau relokasi ke negara lain), dan akibatnya : PHK, dan akhirnya pengangguran justru melesat.

Sayangnya, alasan itu klise, dan berangkat dari pola pikir yang linear (bukan pola pikir lateral). Maksud saya, tak ada salahnya kita sedikit memberikan ruang bagi pandangan yang berbeda, yang mungkin lebih fresh, dan lebih inovatif (lantaran tidak terjebak linear thinking).

Maka, mari kita simak argumen kenapa usulan kenaikan UMR yang signifikan layak dipertimbangkan.

Argumen pertama : memberikan gaji yang memadai pada pekerja dan buruh adalah salah satu pilar penting untuk membangun kemakmuran bangsa (sejarah kebangkitan ekonomi Amerika dipicu oleh kenaikan upah buruh yang dramatis pada era tahun 50-an).

Sebabnya sederhana : dengan gaji yang memadai, kalangan buruh akan punya daya beli yang lebih bagus, dan secara kolektif hal ini akan memicu demand produk secara dramatis (dan persis inilah yang terjadi pada kebangkitan ekonomi Amerika di era tahun 50an dan ekonomi Korea di tahun 80-an yang mencengangkan itu).

Kalau jutaan buruh upahnya pas-pasan, daya beli mereka jatuh, lalu siapa yang akan membeli produk-produk yang dihasilkan pabrik itu?

Sebaliknya, dengan gaji memadai, para buruh akan memiliki consumption and buying power yang lebih baik. Dan percayalah : dalam jangka panjang ini JUSTRU akan menguntungkan para pengusaha (sebab permintaan akan produk-produk mereka pasti akan meroket).

Argumen kedua : UMR yang tinggi akan menggedor kreativitas pengusaha untuk mulai menciptakan high value added products dan juga level produktivitas pekerjanya.

Justru disini UMR yang tinggi menjadi pendorong the magic of innovation : pengusaha yang selama ini hanya maunya jadi “pengusaha kelas tukang jahit” atau hanya memproduksi barang-barang komoditi, dipaksa untuk mengembangkan high valued added product yang memberikan profit margin yang lebih tinggi (supaya bisa membayar UMR).

Transformasi tersebut amat krusial kalau kita tak ingin pengusaha tanah air berjalan di tempat. Dan ingatlah selalu : transformasi semacam ini yang akan membuat negeri ini tidak masuk dalam “middle income nation trap”.

UMR yang tinggi lantas tak akan pernah dikenang sebagai kutukan sejarah, namun justru “berkah terselubung” bagi kebangkitan inovasi ekonomi negri ini.

UMR yang tinggi juga akan memaksa pengusaha untuk inovatif dalam meningkatkan level produktivitas pekerjanya. Again, UMR yang tinggi mestinya dianggap sebagai PELUANG, bukan PROBLEM : peluang yang menantang pengusaha untuk menemukan cara-cara inovatif melejitkan produktivitas.

Mindset pengusaha harusnya begini : kalau UMR naik 50%, namun level produkvitas naik 300%, why not. Pan pengusaha katanya orang-orang yang berjiwa kreatif.

Argumen yang terakhir : puluhan riset empiris dengan ribuan responden perusahaan memberikan kesimpulan yang terang benderang. Bahwa semua perusahaan menjadi hebat lantaran memberikan upah dan gaji yang amat memadai bagi buruh/pekerjanya.

Dilema ayam sama telor duluan mana terpecahkan disini : riset itu menunjukkan bahwa perusahaan harus memberikan gaji yang memadai LEBIH DULU, baru kemudian kinerja bisnis mereka akan melesat.

Bukan sebaliknya : mari kita kerja keras dulu, gaji apa adanya dulu ya, baru nanti kalau profit bagus, kita akan naikkan gaji ya (masih dengan embel-embel, tapi ndak janji lho). Sekali lagi : terus guwe mesti harus bilang wow gituh?

Konon, pengusaha atau entrepreneurs adalah risk takers dan collective of innovative minds yang selalu haus dengan tantangan. Kalimat itu hanya akan menjadi fatamorgana, kalau etos inovasi yang legendaris itu tidak dihadirkan untuk mengatasi isu UMR ini.

Sabtu, 01 Desember 2012

Menghitung Potensi Sumber Alam di Brebes Selatan

 foto : zaenal Muttaqien
Deklarasi Kabupaten Bumiayu
Foto by Zenal Muttaqien

Sejak tahun 1999, wilayah Brebes selatan berkehendak memisahkan diri dari Kabupaten Brebes. Warga di enam kecamatan itu berharap dapat mendirikan sendiri sebuah kabupaten, yang lepas dari Kabupaten Brebes. Untuk mengetahui potensi wilayah selatan itu, wartawan Suara Merdeka Suwandono (Bumiayu) dan Wahidin Soedja (Brebes) menurunkan tulisan berikut ini, yang disunting Sumaryono.

ADA alasan cukup mendasar mengapa sebagian warga Brebes selatan menghendaki pemekaran kabupaten. Mereka ingin daerah itu ditata lebih baik dan tak tertinggal dengan wilayah lain di Brebes utara. Selain itu sektor pelayanan masyarakat lebih dekat, karena selama ini untuk mengurus surat tertentu. Misalnya akta kelahiran dan sertifikat tanah harus menempuh perjalanan jauh. Jarak terdekat ibu kota kecamatan di selatan dengan ibu kota kabupaten sekitar 60 km, sedangkan paling jauh Kecamatan Salem berjarak 90 km dari ibu kota kabupaten. Dari sekian banyak persoalan yang mengemuka dan keyakinan diri akan potensi sumber daya alam (SDA) yang cukup besar itulah, mereka getol ''memproklamasikan'' diri agar secepatnya menjadi kabupaten.      
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Teknologi Bandung (LPPM-ITB) bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Brebes, wilayah selatan Kabupaten Brebes memiliki potensi sangat besar di bidang SDA. Antara lain batubara, emas, logam dasar (perak, tembaga, timbal dan seng), batu apung, pasir dan batu (sirtu), batu belah, tanah liat, trass, minyak bumi, dan gas bumi. Kepala Bappeda Ir H Iskandar SH
MM mengatakan, berdasarkan analisis yang dilakukan, baik di lapangan maupun laboratorium, tidak semua potensi tersebut dapat dikembangkan karena ada beberapa yang memiliki kandungan di bawah standar.

Peluang
Dikembangkan ''Namun, untuk batu bara yang terdapat di Desa Bentar, Bentarsari, Pabuaran, dan Pasirpanjang, Kecamatan Salem berpeluang untuk dikembangkan, karena kandungannya cukup besar,'' paparnya. Di wilayah tersebut, kata Iskandar, diperkirakan terdapat cadangan batu bara 903.000 ton, tetapi secara kualitas masih tergolong muda. Meski demikian, dapat dikembangkan menjadi briket batu bara untuk keperluan lokal atau rumah tangga, dan untuk keperluan pembakaran gamping dan gerabah. Selain batu bara, terdapat pula batu apung di Desa Mendala dan Desa Cilibur, Kecamatan Sirampog. Kegunaan batu apung antara lain dapat dipergunakan untuk campuran bahan baku semen, bahan beton ringan, bata
tahan api, industri keramik, dan bahan pencuci kain. Di dua desa tersebut diperkirakan terdapat cadangan batu apung 16.000.000 meter kubik. Saat ini bahan itu masih dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai
campuran pengganti pasir untuk bangunan rumah. Sepanjang Kali Pemali yang melintas di wilayah Kecamatan Tonjong dan Bantarkawung terdapat kekayaan alam berupa pasir dan batu (sirtu) yang diperkirakan mencapai 7.002.840 meter kubik. Endapan sirtu sudah berpuluh tahun dipergunakan
masyarakat sekitar sebagai bahan campuran untuk bangunan rumah atau gedung. Termasuk untuk pembuatan jalan dan jembatan. Potensi batu belah dapat ditemukan di lereng gunung yang tersebar di wilayah Kecamatan Salem, Bantarkawung, Bumiayu, Tonjong, Sirampog, dan Paguyangan.
Cadangan batu belah diperkirakan 19.123.140 meter persegi. ''Batu belah dari wilayah enam kecamatan itu pada umumnya dimanfaatkan untuk pembuatan batu split, sebagai bahan cor, bahan fondasi rumah atau
jalan,'' ujar seorang warga di Salem. Endapan trass juga ditemukan di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog dan Desa Langkap, Kecamatan Bumiayu.

Kegunaan trass dapat dipakai sebagai bahan campuran pembuatan batako, konblok, atau sebagai pengganti pasir. Trass yang tersedia dan belum diekploitasi 20.000.000 meter persegi. Dan, yang paling baru adalah
soal penemuan sumber minyak bumi. Saat ini sudah dapat dideteksi adanya rembesan minyak bumi di alur Sungai Cacaban, Desa Tambakserang, Kecamatan Bantarkawung. Rembesan itu dapat terlihat dengan
jelas di batu lanau (lempung pasir) sepanjang alur Sungai Cacaban. Pada batu lanau akan muncul rembesan cokelat kehitaman yang mengisi setiap lapisan batuan yang disebut dengan bitumen padat. ''Untuk mengetahui potensi dan parameter rembesan minyak bumi di daerah ini, diperlukan penelitian lebih lanjut.

Namun dari hasil pemetaan, penyebaran bitumen padat terdapat di tiga kecamatan. Yakni Salem, Bantarkawung, dan Bumiayu dan diperkirakan memiliki cadangan cukup besar untuk dieksploitasi,'' kata Iskandar. Dari sekian banyak potensi sumber alam wilayah Brebes selatan itu, tambah dia, ke depan perlu ditangani secara serius. Jika perlu menghadirkan investor untuk menanamkan modalnya guna kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. ''Jika itu semua bisa digali secara maskimal, akan mampu menopang pendapat asli daerah sendiri.''
(42s)








www.facebook.com/agusbumiayu
Agus Supriyanto Tonjong
087730798777

Kamis, 25 Oktober 2012

Memahami Makna Idul Adha


Bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji.
Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.

Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.
Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahNya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Legenda mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.
Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim mencintai Allah melebihi segalanya, termasuk darah dagingnya sendiri. Kecintaan Nabi Ibrahim terhadap putra kesayangannya tidak menghalangi ketaatan kepada Tuhan. Model ketakwaan Nabi Ibrahim ini patut untuk kita teladani.
Dari berbagai media, kita bisa melihat betapa budaya korupsi masih merajalela. Demi menumpuk kekayaan rela menanggalkan ”baju” ketakwaan. Ambisi untuk meraih jabatan telah memaksa untuk rela menjebol ”benteng-benteng” agama. Dewasa ini, tata kehidupan telah banyak yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan. Dengan semangat Idul Adha, mari kita teladani sosok Nabi Ibrahim. Berusaha memaksimalkan rasa patuh dan taat terhadap ajaran agama.
Di samping itu, ada pelajaran berharga lain yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail ini pada akhirnya digantikan seekor domba. Pesan tersirat dari adegan ini adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia.
Hal ini senada dengan apa yang digaungkan Imam Syatibi dalam magnum opusnya al Muwafaqot. Menurut Syatibi, satu diantara nilai universal Islam (maqoshid al syari’ah) adalah agama menjaga hak hidup (hifdzu al nafs). Begitu pula dalam ranah fikih, agama mensyari’atkan qishosh, larangan pembunuhan dll. Hal ini mempertegas bahwa Islam benar-benar melindungi hak hidup manusia. (hlm.220 )     
 Nabi Ismail rela mengorbankan dirinya tak lain hanyalah demi mentaati perintahNya. Berbeda dengan para teroris dan pelaku bom bunuh diri. Apakah pengorbanan yang mereka lakukan benar-benar memenuhi perintah Tuhan demi kejayaan Islam atau justru sebaliknya?.
Para teroris dan pelaku bom bunuh diri jelas tidak sesuai dengan nilai universal Islam. Islam menjaga  hak untuk hidup, sementara mereka—dengan aksi bom bunuh diri— justru mencelakakan  dirinya sendiri. Di samping itu, mereka juga membunuh rakyat sipil tak bersalah, banyak korban tak berdosa berjatuhan. Lebih parah lagi, mereka  bukan membuat Islam berwibawa di mata dunia, melainkan menjadikan Islam sebagai agama yang menakutkan, agama pedang dan sarang kekerasan. Akibat aksi nekat mereka ini justru menjadikan Islam laksana ”raksasa” kanibal yang haus darah manusia.
Imam Ghazali dalam Ihya ’Ulumuddin pernah menjelaskan tentang tata cara melakukan amar ma’ruf nahi munkar.  Menurutnya, tindakan dalam bentuk aksi pengrusakan, penghancuran tempat kemaksiatan adalah wewenang negara atau badan yang mendapatkan legalitas negara. Tindakan yang dilakukan Islam garis keras dalam hal ini jelas tidak prosedural. (vol.2 hlm.311)  
Sudah semestinya dalam melakukan amar makruf nahi munkar tidak sampai menimbulkan kemunkaran yang lebih besar. Bukankah tindakan para teroris dan pelaku bom bunuh diri ini justru merugikan terhadap Islam itu sendiri ?. Merusak citra Islam yang semestinya mengajarkan kedamaian dan rahmatan lil ’alamin. Ajaran Islam yang bersifat humanis, memahami pluralitas dan menghargai kemajemukan semakin tak bermakna.
Semoga dengan peristiwa eksekusi mati Amrozi cs, mati pula radikalisme Islam, terkubur pula Islam yang berwajah seram. Pengorbanan Nabi Ismail yang begitu tulus menjalankan perintahNya jelas berbeda dengan pengorbanan para teroris.
Di hari Idul Adha, bagi umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban. Pada dasarnya, penyembelihan binatang kurban ini mengandung dua nilai yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti dengan berkurban, kita telah melaksanakan perintah Tuhan yang bersifat transedental. Kurban dikatakan sebagai kesalehan sosial karena selain sebagai ritual keagamaan, kurban juga mempunyai dimensi kemanusiaan.
Bentuk solidaritas kemanusiaan ini termanifestasikan secara jelas dalam pembagian daging kurban. Perintah berkurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakir-miskin dan kaum dhu’afa lainnya. Dengan disyari’atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan  terhadap masalah-masalah sosial, mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama.
Meski waktu pelaksanaan penyembelihan kurban dibatasi (10-13 Dzulhijjah), namun jangan dipahami bahwa Islam membatasi solidaritas kemanusiaan. Kita harus mampu menangkap makna esensial dari pesan yang disampaikan teks, bukan memahami teks secara literal. Oleh karenanya, semangat untuk terus ’berkurban’ senantiasa kita langgengkan pasca Idul Adha.
Saat ini kerap kita jumpai, banyak kaum muslimin yang hanya berlomba meningkatkan kualitas kesalehan ritual tanpa diimbangi dengan kesalehan sosial. Banyak umat Islam yang hanya rajin shalat, puasa bahkan mampu ibadah haji berkali-kali, namun tidak peduli dengan masyarakat sekitarnya. Sebuah fenomena yang menyedihkan. Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan dua kesalehan sekaligus yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Selamat berhari raya !

Jumat, 17 Agustus 2012

HUT RI ke - 67


Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Jumat, 17 Agustus 1945 Tahun Masehi, atau 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Read More >>

Rabu, 15 Agustus 2012

Penerimaan CPNS Daerah Formasi Tahun 2012


  1. Penerimaan CPNS Tulang Bawang 2012 atau copykan link berikut di web browser anda http://cpnsd-online.com/
  2. Penerimaan CPNS Kota Lubuklinggau 2012 atau copykan link berikut di web browser anda https://docs.google.com/gview?url=http://lubuklinggau.go.id/pdf/2012/cpns1.pdf&chrome=true&pli=1
  3. Penerimaan CPNS Kabupaten Banyuasin 2012 atau copykan link berikut di web browser anda http://www.cpns.banyuasinkab.go.id/
  4. Penerimaan CPNS Pemkab Musi Rawas 2012 atau copykan link berikut di web browser anda http://www.musi-rawas.go.id/musirawas/images/stories/Benni/Pengumuman.pdf
  5. Penerimaan CPNS Kota Sungai Penuh 2012 atau copykan link berikut di web browser anda http://sungaipenuhkota.go.id/index.php/pengumuman/95-pengumuman-penerimaan-cpnsd-kota-sungai-penuh-thn-2012.html
  6. Penerimaan CPNS Kabupaten Lebong 2012 atau copykan link berikut di web browser anda http://www.lebongkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=155%3Ates-cpnsd&catid=43%3Aberita-update&lang=en
  7. Penerimaan CPNS Provinsi Bangka Belitung 2012 atau copykan link berikut di web browser anda http://www.babelprov.go.id/sites/default/files/cpnsd-2012-babel.pdf
  8. Penerimaan CPNS 2012 Provinsi Jatim atau copykan link berikut di web browser anda http://bkd.jatimprov.go.id/cpns2012/files/pengumuman-resmi.pdf
  9. Penerimaan CPNS Pemkab Kepulauan Anambas 2012 atau copykan link berikut di web browser anda http://www.anambaskab.go.id/downlot.php?file=Pengumuman%20Test%20CPNS%202012.pdf
  10. Penerimaan CPNS Kota Balikpapan 2012 atau copykan link berikut di web browser anda http://www.balikpapan.go.id/pengumuman/cpns072012.pdf
  11. Penerimaan CPNS Pemprov Kalteng 2012 atau copykan link berikut di web browser anda http://www.kalteng.go.id/userfiles/file/BADAN/BKD/Pengumuman%20CPNS%20-%20Untuk%20Upload%20-%20M%20Cetak%20Rev.pdf
  12. Penerimaan CPNS Kabupaten Empat Lawang 2012 atau copykan link berikut di web browser anda http://empatlawangkab.go.id/Portals/0/cpns4lawang2012.zip
  13. Penerimaan CPNS Pemkab Bangka Tengah 2012 atau copykan link berikut di web browser anda http://bangkatengahkab.go.id/attachments/article/1050/cpns_2012.pdf


Nomor penting ketika mudik ada masalah di jalan


* Nomor penting ketika mudik ada masalah di jalan
Posko Kesehatan Pelabuhan dan Bandara :
1. Posko Info Kesehatan 021 500567/081281562620
2. Posko Mudik Sehat 021 42877587
3. Bandara Polonia dan Pelabuhan Belawan 061 694718 / 061 694718
4. Pelabuhan Palembang 0711 420103
5. Bandara Raden Intan Lampung 0721 31144
6. Pelabuhan Merak Banten 0254 571083 / 0254 572491
7. Bandara Soekarno Hatta 021 5506068
8. Pelabuhan Tanjung Priok 021 43931945
9. Bandara Husain Sastranegara 022 6043378
10. Pelabuhan Cilacap 0282 534825
11. Pelabuhan Semarang 024 3543424
12. Bandara Adi Sucipto Yogyakarta 031 3293231 / 031 3293554
13. Pelabuhan Probolinggo dan Pelabuhan Bayuwangi 0335 421917
14. Pelabuhan Gili Manuk Denpasar dan Bandara Ngurah Rai 0361 93510433
* Dan Informasi Jalan Tol :
1. Tol Jakarta - Bandung 021 80880123
2. Tol Semarang 024 7607777
3. Tol Surabaya 031 7879999 / 031 7878080
4. Tol Belmera 061 6611701
5. Tol Palikanci 0231 484268
* Telpon Penting Kepolisian
1. Ditlantas Polri 021 7989702 / 021 7994515
2. Polsek Jonggol 021 89931174
3. Polsek Merak 0254 571210
4. Polres Karawang 0267 402204
5. Polsek Karawang 0267 402516
6. Polsek Pabuaran 0260 711873
7. Polres Subang 0260 411209
8. Polsek Cicalengka/Nagrek 022 794310
9. Polsek Ciasem 0260 520110
10. Polsek Pamanukan 0260 551110
11. Polsek Majenang 0280 621010
12. Polwil Cirebon 0231 358104
13. Polres Indramayu 0234 272708
14. Polsek Kadanghaur 0234 505510
15. Polsek Losarang 0234 505110
16. Polsek Lohbener 0234 274401
17. Polsek Karang Ampel 0234 484210
18. Pol PJR Jatibarang 0234 351029
19. Polsek Juntinyuat 0234 428007
20. Polsek Sukra 0234 610011
21. Polsek Arjawinangun 0231 357110
22. Polsek Ciwaringin 0231 342700
23. Polsek Depok {Cirebon} 0231 341101
24. Polsek Palimanan 0231 341240
25. Polsek Cirebon Barat/Kedaung 0231 486722
26. Polsek Sumpiuh 0287 71110
27. Polsek Bumi Ayu 0289 432107
28. Polsek Kutoarjo 0275 641110
Semoga bermanfaat
Terima Kasih

Selasa, 14 Agustus 2012

Hotel FAMILI BARU


Jl. Raya P. Diponegoro No. 227, Bumiayu
Telpon 0289 - 432415

*Maaf data tidak lengkap, kalau ada yang mau melengkapi silahkan INBOX di FB Bumiayu

Salsa Dalila Hotel



Info         : Hotel In Brebes
Company : Salsa Dalila Hotel
Address : Jl. Raya P. Diponegoro No. 600, Bumiayu Brebes
Country : Indonesia
Phone : 0289-5104063, 432666

SELAMAT DATANG DI HOTEL FISA


Selamat Datang di Hotel Fisa, sebuah Oasis di tengah kesibukan dan kebisingan kota bumiayu. Sebuah bangunan gaya klasik, dengan kamar yang elegan dan dikelilingi pemandangan yang masih alami alam pegunungan. Hotel ini menawarkan 20 kamar dengan 2 tempat tidur, juga ditawarkan restauran, cafe dan karaoke serta ruang pertemuan dan Rapat ( meeting room ).  Jalan Lingkar Selatan, Km 2 - Negaradaha.

Hotel Fisa menawarkan tempat yang nyaman untuk tinggal disini, jauh dari kebisingan kota, pemandangan yang alami.

Obyek Menarik di Sekitar Hotel / Point of Interests :

Waduk Penjalin Patuguran – 5 Km
Telaga Ranjeng – 10 Km
Kebun Teh Kaligua – 10 Km
Cipanas Kidul ( Pakujati ) – 5 Km
Cipanas Kulon ( Buaran )  – 5 Km
Guci – 20 Km
Baturaden – 45 Km
Curug Cipendok – 25 Km
Owabong Water Boom – 50 Km





Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More