Tampilkan postingan dengan label bumiayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bumiayu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Februari 2013

kasirah ibunda parto meninggal dunia di makamkan di bumiayu

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiiun. Berita duka hadir dari komedian tanah air, Parto. Ahad malam (17/2/13), sang bunda tercinta, Ibu Kasirah menghembuskan napas terakhir, di Rumah Sakit Sentra Medika, Cibinong, Jawa Barat.

Foto di bawah suasana pemakaman kubang landak Talok  bumiayu,semoga arwah almarhumah di terima disisinya amin.....
Alm. Kasirah di makamkan di bumiayu,Brebes,jawa tengah siang (18-2-2013).
Sahabat Parto, Eko, mengaku dirinya belum mengetahui benar atas sakit yang dialami almarhumah. 

"Itu dia saya belum tanya-tanya. Tapi yang pasti udah lama di rawat di rumah sakit Sentra Medika. Faktor usia kayaknya, sudah 86 tahun," ujar Eko.


Sumber : liputan6.com dan cumicumi

Senin, 18 Februari 2013

tagih hutang berbuntut telinga sales basgor di potong pelangganya

ALJINET- DI beritakan dari surat kabar lokal dari bumiayu, Terjadi tindak penganiyayan yaitu korban Abdul Rojak (35) yang menagi hutang kepada pelangganya yang berhutang kepada abdul rojak.

Awal mulanya Abdul Rojak Berhendak menagih hutang dagangannya kesalah satu pelangganya senilai 5 juta,Berujung penganiyayan ke korban.Korban harus rela kehilangan satu kupingnya yang telah di potong sang pelanggananya sendiri.
kejadiannya sabtu(16/2/2013) siang di pasar induk bumiayu,kabupaten brebes,sekitar pukul 12.30 WIB.Saat sang sales basreng Abdul rojak(35) warga bangbayang RT02/01 kecamatan Lemah Sugih kabupaten majakengka.menagih hutang kepada tersangka (34) warga dukuh bandung desa/kec bumiayu kab.brebes, pelaku kini harus mendekap di mapolsek Bumiayu dan sejumlah alat bukti pisau  sepanjang 20 centimeter untuk memotong telingga koban.

"saya tidak menyangka akan terjadi seperti ini , karena awalnya kita sedang ngbrol biasa soal dagangan dan tidak ada percekcokan ataupun adu mulut yang menyulut emosi. Memang saya sempat menagih hutang yang sudah 3 bulan ini belum bibayar. Bukannya saya dapat Rp 5 juta itu, malah telinga kiriku yang jadi korban karena dipotong pelangganku sendiri "demikian pengakuan Abdul Rojak kepada koranlokal.com di mapolsek

Kanif reskrin iptu Eko Sugeng P bersama beberapa anggotannya mendatangi setiap sudut kota bumiayu dan usahannya pun membuahkan hasil, polisi membekuk korban di belakang SMA Negeri 1 bumiayu yang tengah termenung kebingungan. korban yang bersimpah dara langsung di bawa ke rumah sakit di bumiayu.

sumber : koranlokal

Sabtu, 09 Februari 2013

Satu Korban Tertimbun Tanah Longsor Ditemukan

ALJINET -BumiayU - Satu dari lima korban yang tertimbun longsoran lereng bukit di Dukuh Luwung, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian, Jumat 08 Februari 2013 sekira pukul 08.45 WIB. Korban yang diidentifikasi sebagai Taryo (55), ditemukan oleh Tim SAR gabungan yang hari itu memulai pencarian sejak pukul 06.00 WIB.

"Satu korban dapat ditemukan oleh Tim SAR gabungan di sebelah utara dekat dengan rumpun pohon bambu," kata Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Arm Abu Hanifah Nur.

Korban yang tertimbun adalah, Radun (50), Sukyad alias Sutar (50), Kasrap (60), Sungi (65) dan Taryo (55) yang akhirnya 07 Desa Plompong, Kecamatan ditemukan pada pencarian hari kedua. Korban tewas lain yang telah ditemukan adalah Supimah (40), sedang korban selamat dan mengalami luka-luka adalah Sukim (40) bersama anaknya Hamdan yang masih berumur empat tahun.
 
 
Lereng bukit yang longsor merupakan kawasan hutan pinus Perhutani Petak 33E RPH Sirampog. Ketinggian tebing yang longsor kurang lebih 150 meter dengan kemiringan 50 derajat. Pada lereng bukit terdapat terdapat pohon pinus tanaman tahun 2007, selain itu dikawasan tersebut juga menjadi lahan tanaman jagung garapan warga.
Sumber :: PanturaNews Dan bumiayu.net

DPRD Brebes Alokasikan Rp.100 Juta Untuk Talud Pengaman

 ALJINET,BUMIAYU - Anggota DPRD kab Brebes H Abdul Gofir, menyatakan akan alokasikan anggaran sekitar Rp 100 juta, untuk talud pengaman tebing Sungai Pemali.

Gofir juga menghimbau kepada masyarakat yang bermukim disekitar bantaran sungai Pemali untuk selalu berhati-hati dan waspada dengan gejala alam yang terjadi. Dia juga berharap keberadaan BPBD kab Brebes bisa lebih bermanfaat terhadap masyarakat khususnya seputar tanggap bencana. Dan pihaknya selaku anggota DPRD kab Brebes meminta agar tidak ada pengkaplingan tugas antara BPBD dengan Tim teknis dalam hal ini DPU kab Brebes.

" Dengan tidak ada Pengkaplingan tugas dalam penanganan bencana alam yang terjadi, harapannya respon bencana alam di brebes selatan bisa lebih cepat tertangani" pungkasnya.
Seperti diberitakan koranlokal.com, bencana alam tanah longsor sepanjang 17 meter dan lebar 3 meter dengan ketingggian sekitar 7 meter yang terjadi di blok Buaran Times Rt 11 Rw 01 desa Pangebatan kecamatan Bantarkawung kab Brebes, pada kamis (31/1/2013) sekitar pukul 10.00 WIB.(Dhan_KL.13/RI)

SUMBER : KORANLOKAL.COM

Senin, 28 Januari 2013

karnaval HUT hari jadi kota brebes ke 335 tahun

ALJINET- BUMIAYU, Karnaval di bumiayu sangat meriah sekali,yang di laksanakan minggu(27/1/2013) sekitar pukul 08.00 wib.Dalam rangka memeriahkan ulang tahun hari (HUT)jadi kota/kabupaten brebes yang ke 335 tahun.

Ratusan kontingen mulai dari tingkat sekolah sampai umum,memeriahkan acara tersebut.Stars di mulai dari lapangan asri bumiayu atau depan kantor kecamatan bumiayu melewati jalan diponegoro menuju lapangan jatisawit,munchang,bumiayu untuk panggung penghormatan seperti biasa di depan yamaha motor bumiayu.

Masyarakat antusia sekali dengan karnaval HUT hari jadi kota brebes ini.Mereka turun kejalan untuk meraikan karnaval tersebut.Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti,terlihat menaiki kereta kencana memeriahkan karnaval (17-01-2013).

Sedikit keributan,di karnaval tersebut,yaitu orang yang mengenakan jaket hitam sambil mengendarai sepeda motor. Keributan itu terjadi saat pengendara sepeda motor yang melewati panggung penghormatan di suruh berhenti.

Pengendara sepeda tersebut di hentikan ,mengingat di depan panggung utama tempat Bupati Brebes dan jajarannya duduk sedang ada atraksi dari peserta karnaval.

Si pengendara sempat berontak tak mau di hentikan namun akhirnya bisa diatasi petugas keamanan. Selang beberapa menit tiba tiba pengendara sepeda motor yang semula telah pergi meninggalkan lokasi panggung utama kembali datang. Pantauan koranlokal com ,rupanya si pria yang mengenakan jaket hitam hendak membuat perhitungan mencari petugas panitia karnaval yang telah melarangnya melewati panggung utama.
Keributan pun tak bisa dihindari setelah si pria berjaket kulit menemukan petugas yang dinilai telah menyinggung perasaanya. . Mereka pun saling dorung hendak baku hantam. Beruntung petugas Koramil Bumiayu cepat mengatasi keadaan dan membawa pria yang diduga sedang mabok itu menjauh dari panggung utama karnaval.(bumiayu.net , panturanews)

Sabtu, 26 Januari 2013

jembatan kali keruh jalan lingkar bumiayu amblas

ALJINET - BUMIAYU, jembatan yang berada di jalan lingkar bumiayu brebes kembali amblas.Jalan alternatif  yang menghubungkan tegal -purwokerto,jawa tengah amblas di akibatkan oleh penambangan batu dan pasir di lokasi jembatan tersebut.Terpaksa untuk roda empat di alihkan ke pusat kota bumiayu untuk menghindari bahaya yang terjadi.


Orbit atau sayap terputus karena banjir yang melanda kota bumiayu hari itu,akibatkan amblas jembatan sepanjang 15 meter, dengan kedalaman 5 meter. Akibatnya badan jembatan yang sebelumnya dua lajur sekarang tinggal satu lajur.

Mulai hari kamis jalur lingkar ini sudah di tutup, dan di pindakan ke pusat kota bumiayu.Kondisi ini membuat jalur lingkar tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, baik dari arah Brebes ke Purwokerto dan sebaliknya.(edit:aljinet)




Rabu, 23 Januari 2013

lubang misterius gegerkan warga pandansari

ALJINET- PAGUYANGAN,BUMIAYU BREBES,Lubang misterius yang kini hangat diperbincangkan warga tersebut muncul di kawasan lahan pertanian Dukuh Igir Pandan atau sekitar 300 meter ke arah selatan dari Kantor Desa Pandansari. Fenomena alam ini terjadi pada Sabtu (5/1) sekitar pukul 16.00, atau setelah wilayah itu diguyur hujan lebat selama hampir dua jam.

"Waktu itu saya tengah santai di rumah karena di luar masih gerimis. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti benda besar yang jatuh ke bumi," kata Paimun, warga sekitar, Senin (7/1).

"Lubang yang baru muncul ini berjarak sekitar 200 meter dari dua lubang lama yang sebelumnya terbentuk," kata Kamdo.

Sementara Camat Paguyangan Drs Hudiyono MSi mengimbau, warga untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Pihaknya juga menyarankan kepada pihak desa agar mengamankan lubang tersebut, misalnya dengan pagar bambu. "Kami sudah mengecek langsung kondisi lubang dan segera melaporkan ke Pemkab," ujarnya.SUMBER : SUARAMERDEKA

Minggu, 06 Januari 2013

Bahu jalan purwokerto dan tegal putus karena longsor

ALJINET - BUMIAYU , Terjadi kelongsoran di jalan nasional purwokerto-tegal pada hari 5 januari 2013 sekitar pukul 17:00.Persisnya didepan sekolah sma muhammadiyah tonjong.


Sepanjang 50 Meter dengan lebar 10 meter sampai kena bahu jalan. Akibatnya, jalan nasional yang menghubungkan wilayah Pantura dengan selatan Jateng itu terancam putus. Untuk pengendara sepeda motor dan mobil harus berputar untuk mencapai tujuan dari tegal ke purwokerto atau sebaliknya.

Camat Tonjong Urip Rosidik SIP menyatakan, longsor terjadi di tengah guyuran hujan lebat sekitar pukul 16.45 WIB. "Hujan mulai mengguyur sekitar pukul 14.00 WIB, dua jam kemudian tebing setinggi 30 meter di sisi selatan jalan arah ke Tegal longsor kedalam Sungai Kalong," katanya, Sabtu (5/1).
Menurutnya, buka tutup kendaraan dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Sementara arus kendaraan diberlakukan buka tutup sambil menunggu penanganan atau ada kepastian tekhnis kondisi jalan aman dilewati kendaraan," katanya.
Sejumlah warga mengungkapkan, longsornya bahu jalan sudah bisa diprediksi. Menurut warga, longsor sudah sejak lama terjadi. Namun karena tidak ada penanganan maksimal, tebing jalan terus terkikis arus sungai. "Jika sekarang tidak ada penanganan, bukan tidak mungkin terjadi longsor susulan dan memutus total jalur ini," kata Subehi, warga setempat.
Anggota DPRD Brebes Ahmad Jazuli meminta Bina Marga Provinsi bergerak cepat melakukan penanganan. "Secepatnya ada penanganan optimal sebelum kerusakannya bertambah parah," kata Politikus Partai Demokrat asal Kecamatan Tonjong itu.
Sementara PPKom Tegal-Batas Banyumas Bina Marga Provinsi Wilayah Tegal Agus Setiyono membenarkan longsor bahu jalan yang menghubungkan jalur Tegal - Purwokerto tersebut. "Kami akan cek ke lokasi untuk melihat kerusakan dan menentukan pola penanganan yang tepat," katanya.(red.suaramerdeka.com)

Selasa, 27 November 2012

wikipedia.org Bumiayu Brebes

Bagi wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, Bumiayu merupakan pusat pendidikan. Ditingkat SLTA, terdapat SMAN 1 Bumiayu, SMA BU NU, SMA Islam T. Huda, SMA Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah, SMK Kerabat kita, SMA An-Nurriyah, dan SMAN 1 Paguyangan.
Bumiayu juga terdapat sejumlah pondok pesantren seperti Pondok Pesantren An-Nurriyah dan Pondok Pesantren Shofwatussu'ada di Krajan, Bumiayu.Pondok pesantren Darunnajah Tegal Munding Pruwatan dan masih banyak lagi.
Perguruan Tinggi
Catatan : - Kedepan di Bumiayu akan berdiri Universitas yang merupakan gabungan dari Sekolah Tinggi yang ada, diharapkan sebelum tahun 2015 sudah terjadi merger (penggabungan) beberapa sekolah tinggi yang sudah berdiri. Pembangunan gedung untuk STKIP Islam Bumiayu dan STIE Islam Bumiayu dimulai sejak tanggal 18 April 2011, mulai tgl. 1 maret 2012 STKIP sudah menempati gedung baru di desa Pagojengan kecamatan paguyangan kota Bumiayu.

Pendidikan di bumiayu semakin maju saja,dengan adanya peran teknologi seperti komputer,semua ilmu bisa di serap langsung dalam hitungan detik,di kabarkan pula bumiayu kedepannya akan berkembang jadi sebuah kabupaten.doakan saja semoga tercapai.amin

Sabtu, 24 November 2012

harga daging sapi di bumiayu naik

ALJINET- BUMIAYU,harga daging sapi ikut naik di pasar wilayah kecamatan bumiayu.
menyusul naiknya harga daging di sejumlah wilayah di brebes selatan.


Pasar induk Bumiayu,menjual daging sapi sebesar Rp 5,000 hingga Rp 10.000 perkilogramnya. Dimana untuk jenis daging super, harga yang berlaku pada Jumat (23/11) adalah Rp 90.000 dari semula Rp 85.000. Sementara untuk harga daging non super Rp 85.000 dari sebelumnya Rp 75.000 per kilogram.  "Sudah berlangsung sekitar dua minggu terakhir," ungkap Wati (37) pedagang di Pasar Bumiayu.
Ujar wati"dampak dan akibat kenaikan harga daging tersebut,dia(wati) terpaksa mengurangi dagangannya sebagai pengecer,
karena harga daging naik dan mahal,pembeli bisa berkurang.

Kondisi ini justeru berbeda pada penjualan daging jenis ayam kampung yang mengalami penurunan harga. Dimana sebelumnya untuk 1 kilogram ayam kampung di jual Rp 45.000, saat ini harganya turun menjadi Rp 42.000 per kilogram.  "Sementara untuk jenis ayam broiler harganya stabil yakni Rp 24.000 per kilogram," terang Herman, pedagang daging ayam.

Kepala Pasar Induk Bumiayu, Purwati mengatakan, kenaikan harga ini merupakan fluktuasi pasar. Kenaikan harga yang terjadi di sejumlah daerah memicu kenaikan harga yang terjadi di Bumiayu.  "Ini imbas kelangkaan daging di daerah lain. Harga sempat turun, namun kembali naik," jelasnya. (pri)

tebing longsor,menghambat perjalanan warga bumiayu,salem dan majenang

ALJINET- Diberitakan dari republik online,jalan di perbatasan yang hubungkan antara majenang dan bumiayu,mengalami longsor.
hujan deras sepanjang kami(23/11),menghambat arus lalu lintas di jalur alternatif dari majenang (kabupaten cilacap)  menuju salem kabupaten brebes. penyebab tebing di desa ujungbarang majenang longsor dan menimbun badan jalan.

terputusnya jalur ini,mengakibatkan kesulitan bagi 2 warga mejenang dan salem atau bumiayu untuk melakukan berpergian melalui jalan alternatif tersebut.
mereka harus sabar sampai tujuan dengan cara berputar melalui jalur purwokerto yang dirasa jaraknya sangat jauh dan sebaliknya.

Kepala BPT Dinas Bina Marga Wilayah Jateng Selatan bagian Barat, Edy Gunawan, mengaku sudah mendapat laporan mengenai longsoran tanah yang menimbun ruas jalan tersebut. ''Tebing di di Desa Ujungbarang longsor dan menutupi seluruh badan jalan sehingga tidak dapat dilalui. Kejadiannya, berlangsung Kamis malam,'' katanya, Jumat (23/11).

Untuk mengatasi masalah in, Edy  mengaku sudah mengirimkan satu unit eskavator ke lokasi longsor. Namun kemungkinan, alat berat tersebut baru bisa sampai ke lokasi pada sore hari. Apalagi, sepanjang Jumat (23/11) ini, hujan deras juga masih mengguyur wilayah Jateng Selatan, termasuk wilayah lokasi longsor. ''Jadi, baru besok kita bisa melakukan upaya normalisasi jalur Majenang-Salem,'' jelasnya.

Selain longsornya tebing yang menutupi ruas jalan di Ujungbarang, Edy mengaku hujan deras pada Kamis sore hingga malam, juga menyebabkan sejumlah ruas jalan lain tertimbun tanah longsor. Ada juga bahu jalan yang amblas, seperti di ruas jalan nasional antara Purwokerto-Ajibarang, yakni di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Banyumas, ruas jalan Wangon-Ajibarang, dan Wangon-Karangpucung.

''Namun amblasnya bahu jalan tersebut, tidak sampai ke badan jalan, kendaraan tetap dapat melintas,'' katanya.

Terkait dengan kondisi cuaca yang diwarnai curah hujan tinggi, dia menyatakan pihaknya akan terus memantau kondisi jalan nasional dan provinsi di Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Purbalingga. Terutama untuk ruas-ruas jalan yang berada di perbukitan. ''Begitu ada laporan kerusakan jalan, kami akan segera menangani agar arus lalu lintas tidak terganggu terlalu lama,'' katanya

Senin, 19 November 2012

slawi perampok tewaskan nenek


Dianiaya Perampok, Seorang Nenek Tewas
0 0
SLAWI- Nurfatimah (70), warga Desa Kabunan, Kecamatan
Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, korban perampokan akhirnya
menghembuskan nafas terakhir, kemarin.
Sekitar pukul 10.00, jasad nenek yang sehari-hari berdagang
karung plastik di depan Pusat Perdagangan Ruko Slawi itu
dimakamkan setelah empat hari dirawat di RS dr Soeselo. Dia
menjadi korban perampokan pada Minggu (11/11) lalu.
Ketika kejadian, nenek yang akrab dipanggil Bu Tani itu dianiaya
secara sadis di rumahnya sekitar pukul 05.00.
Korban yang tinggal di rumah sendirian itu disekap dan dianiaya.
Dia menderita luka jeratan di lehar, serta luka-luka pada wajahnya.
Sugirman, mewakili keluarga korban mengatakan, pada saat
kejadian rumah korban dalam kondisi sepi. Selain menganiaya,
pelaku yang diduga dua orang itu juga merampas perhiasan dan
mencuri uang milik korban yang ditaruh di almari. ’’Jumlah
pastinya saya tidak tahu. Yang pasti ketika kondisi masih sadar
saya tanya di rumah sakit pengakuannya begitu. Barang berharga
yang tersimpan di almari ludes,’’katanya.
Rumah korban tidak ada yang dirusak. Pintu rumah juga masih
utuh. Dia menduga pelaku sudah mengerti kondisi rumah.
Kapolres Tegal AKBP Nelson P Purba didampingi Kapolsek
Dukuhwaru AKP Ketut Wirnita ketika dimintai konfirmasi
mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan kasus
tersebut dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. (G12-68,88)
(hs)

Kamis, 08 November 2012

candi pancurawis di bumiayu

ALJINET BUMIAYU - Candi pancurawis adalah candi yang  terletak di dusun langkap krajan, bumiayu. Merupaka situs sejarah yang ada di bumiayu. nama candi tersebut di ambil dari nama seorang kyai bernama kyai pancurawis,Yang pada masa itu masa bakti kejayaan mataram,

untuk lebih jelasnya kita bisa ulas lebih dalam lagi kisah nya atau dongengnya di bawah ini :
SETELAH kuda penarik kereta Amangkurat I, kelelahan, mendadak terdengar suara angin menderu dan membahana. Seolah memecah keheningan rombongan Sunan Amangkurat I. Dia dan rombongannya merasa seperti ada yang sedang memburunya dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Maka, lari secepatnya adalah pilihan terbaik yang dapat dilakukan rombongan saat itu. Sehingga tempat berlarinya rombongan tersebut oleh masyarakat sekarang dikenal dengan nama Pagojengan, berasal dari kata “nggojeng” yang berarti ; berlari cepat.
Hingga akhirnya, Sunan Amangkurat I dan bala tentaranya memasuki suatu wilayah, dimana rombongannya dihadapkan pada suatu kejadian yang amat serius dan sangat membingungkan. Hal ini terjadi setelah rombongan masuk sebuah desa bernama “Daha”. Tanpa sebab musabab yang jelas, mendadak kuda penarik kereta kencana yang tidak lama telah melewati masa kritis, tiba-tiba terkulai lemas dan mati.
Bukan main sedihnya hati Amangkurat I, terlebih Kyai Pancurawis yang merasa telah menyatu dengan kuda tersebut. Beberapa prajuritnya juga hilang tak berbekas seperti lenyap ditelan bumi. Dengan penuh rasa haru, dikuburkannyalah kuda itu di suatu tempat yang sekarang bernama Karangjati. Agak lama Amangkurat I dan rombongan berada di tempat tersebut. Dia telah mengalami beberapa peristiwa yang mengguncangkan hatinya.
Saat itu dia baru sadar, jika segela peristiwa yang menyedihkan ini, akibat dia lalai menjalankan amanat sebagai Sultan Mataram. Seperti pesan dan petuah ayahanda dan kerabat keluarga Kesultanan Mataram. Dia tidak memiliki siapa-siapa lagi selain Allah SWT dan prajurit-prajurit yang masih setia kepadanya.
Begitu mendalam pula kesedihan yang dialami Kyai Pancurawis, yang kemudian dia meminta izin kepada Amangkurat I untuk diperkenankan tetap tinggal di Karangjati mengurus kuburan kuda kesayangannya sampai ajal menjemputnya. Akibatnya, dengan tidak ikut sertanya Kyai Pancurawis menemaninya melanjutkan perjalanan, maka Amangkurat I pun menjadi tidak memiliki semangat.
Satu-satunya harapan yang sekarang dia miliki hanyalah bertemu dengan seseorang yang bisa mengobati kegundahan hatinya dan meluruskan langkah kehidupannya. Sesaat dia memandang sekeliling, tampak di pelupuk matanya Gunung Slamet yang menjulang tinggi ke angkasa, didampingi pebukitan yang setia menemani keperkasaannya.
Sementara lerengnya, terhampar area pesawahan yang merupakan panorama keindahan alam sangat luar biasa. Sebuah wilayah yang masih dalam kekuasaan pemerintahannya di Mataram dengan masyarakat yang ramah dan religius, begitu pikirnya. Decak kagumnya, mengundang hasratnya untuk memberikan nama wilayah ini dengan nama Bumiayu.
Di sinilah Amangkurat I, kemudian bertemu dengan sosok wanita jelita yang memikat hatinya. Dia berusaha menghampiri wanita itu, namun semakin cepat dia berusaha meraihnya semakin cepat pula wanita itu lenyap dari pandangan matanya. Sampailah Gusti Sunan di sebuah tempat dimana dia melihat wanita itu masuk dan hilang tak berbekas.
Betapa terkejutnya Amangkurat I, ketika mendadak muncul suara tanpa rupa yang menasehatinya supaya selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dan untuk memperolehnya dia harus terus berjalan ke utara bukan ke barat. Di bawah pohon beringin besar, dia tertunduk lesu sembari menyadari kealpaannya selama ini. Tempat tersebut kini bernama Dukuh Kramat (yang berarti keramat/wingit atau angker) dan terdapat Candi Kramat yang dipercaya masyarakat setempat dihuni oleh Nyai Rantansari.
Sosok wanita ayu itu juga yang ikut memiliki peran atas penamaan Bumiayu ini. Menurut Sunan Amangkurat I, pemberian nama Bumiayu ini memang selain memiliki panorama alam yang sangat indah, juga karena wilayah ini “dikuasai” oleh Nyai Rantansari yang memiliki kecantikan tiada tanding.
Sementara itu, Desa Daha ini leluhur dan pendirinya berasal dari Kerajaan Daha, Kediri, Jawa Timur. Sekarang desa tersebut bernama Negaradaha berada di Wilayah Kecamatan Bumiayu. Di desa tersebut juga terdapat suatu tempat bernama Candi Nyai Rantansari yang dipercaya memiliki hubungan dengan Candi Kramat di Bumiayu yang juga Nyai Rantansari sebagai Danyang yang Mbahurekso tanah Bumiayu.
Dukuh Karangjati terletak di Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu. Terdapat sebuah tempat dimakamkannya Kyai Pancurawis dan kuda kesayangannya, yang sekarang tempat tersebut dikenal oleh masyarakat dengan nama Candi Pancurawis.
Sampai akhir hayatnya, Kyai Pancurawis yang memiliki kelebihan-kelebihan tertentu kemudian ditokohkan oleh masyarakat sekitar. Dia dimakamkan disamping kuda kesayangannya sesuai dengan wasiat sebelum wafatnya.
Masyarakat mempercayai Sosok Nyai Rantansari adalah sebagai Danyang atau sebangsa Jin perempuan yang masih memiliki ikatan dengan penguasa Pantai Selatan, Nyai Roro Kidul. Konon, dia suka memakai pakaian hijau pupus. Maka, kepercayaan masyarakat Bumiayu, adalah pantang bagi orang memakai pakaian dengan warna yang sama saat masuk ke Dukuh Kramat, terlebih saat memasuki kawasan Candi Kramat.
Nah, ketika mental Amangkurat I benar-benar jatuh dan kehilangan semangat hidup inilah, patut diduga Mas Rahmat (anak dari permaisuri pertama) melihatnya sebagai kesempatan. Menurut catatan Babad Tanah Jawi, setelah kelelahan dalam pelariannya mencapai puncak, Amangkurat I jatuh sakit. Dia dirawat dan ditemani oleh Mas Rahmat. Namun dituliskan jika kematiannya dipercepat oleh air kelapa beracun pemberian Mas Rahmat.
Meski demikian, dia tetap menunjuk Mas Rahmat sebagai raja selanjutnya, tapi disertai kutukan bahwa keturunannya kelak tidak ada yang menjadi raja, kecuali satu orang dan itu pun hanya sebentar. Amangkurat I meninggal pada 13 Juli 1677 di Desa Wanayasa, Banyumas dan berwasiat agar dimakamkan dekat gurunya di Tegal.

Senin, 05 November 2012

keripik tempe makanan kuliner dari bumiayu

Keripik tempe adalah makanan yang terbuat dari Tempe yang diiris tipis kemudian digoreng dengan menggunakan tepung yang telah dibumbui. Biasanya rasanya adalah asin dengan aroma bawang yang gurih. Makanan ini tersebar hampir merata di seluruh Pulau Jawa.

Salah satunya di bumiayu, makanan keripik tempe di tak asing lagi buat warga bumiayu. Prosesnya hampir sama seperti pembuatan mendoan cuma keripik ini di goreng sampai kering. Makanan ini tersaji biasanya di warung makan atau lesehan yang ada di bumiayu, keripik tempe termasuk juga sebagai cemilan. dengan di tambah caos dan kecap bisa di makan dan dinikmati.sambil bergadang nonton bola.

Ada juga orang yang membuat keripik tempe ini.salah satunya orang di salah satu dukuh langkap krajan,dengan di jual per kilo,di kirim ke dukuh-dukuh atau warung-warung kecil yang berada di bumiayu.

Pokoknya makanan ini enak buat cemilan di malam hari atau di sore hari.......kalo anda mampir ke bumiayu cobalah menikmati keripik tempe orang bumiayu.

Sejarah SMP Negeri 1 Bumiayu

aljinet bumiayu -Sejarah SMP Negeri 1 Bumiayu

12 Oktober 1957, segenap panitia pendiri SMP Negeri 1 Bumiayu merasa lega. Demikian pula seluruh masyarakat Bumiayu dan sekitarnya ikut gembira. Hari itu merupakan hari bersejarah, karena hari itu sebuah sekolah yang didirikan tanggal 1 Agustus 1957 telah dioper oleh Pemerintah menjadi sebuah sekolah bernama SMP Negeri Bumiayu dengan SK No. 5082/B tanggal 12 Oktober 1957.
Betapa sulitnya mendirikan sebuah SMP Negeri di daerah Kawedanan pada waktu itu. Karena sebuah SMP Negeri harus berada di Kabupaten. Proses yang ditempuh sangat panjang dan berbelit. Panitia yang pada waktu itu diketuai oleh Bapak Soetoro (Wedana Bumiayu) harus bekerja ekstra keras. Konsultasi dengan Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak hanya tingkat Kabupaten dan tingkat Propinsi, namun sampai ke tingkat Pusat.
Jerih payah panitia ternyata tidaklah sia-sia, segala persyaratan yang diminta selalu dipenuhi panitia pendiri. Akhirnya ijin mendirikan SMP Negeri di Bumiayu diperoleh, dan pada tanggal 12 Oktober 1957 diresmikanlah SMP itu menjadi SMP Negeri, satu-satunya SMP Negeri yang resmi berdiri di sebuah kota Kecamatan pada waktu itu.
Susunan Panitia Pendiri SMP Negeri 1 Bumiayu :
  1. Pelindung : Soetoro (Wedana Bumiayu)
  2. Ketua I : KH. S.A. Basori (Anggota DPRD)
  3. Ketua II : Hadi Prayitno (Kepala SR)
  4. Sekretaris I : Kohari (Penilik Penmas)
  5. Sekreraris II : H. Basuki (Pegawai Penmas)
  6. Bendahara I : Siswo Soediro (Penilik SR)
  7. Bendahara II : Hj. St. Fatimah Khamami (Anggota DPRD)
  8. Seksi Humas I : Djumaris (Pegawai Penerangan)
  9. Seksi Humas II : Abdul Wahid (Pegawai Pertanian)
  10. Seksi Bangunan I : Tirto Danardjo (Kepala Si PUD)
  11. Seksi Bangunan II : Takmid (Pegawai PUK)
  12. Anggota :
    1. Atmo Soewagi (Kepala SR 1)
    2. Marto Atmoko (Kepala SR 3)
    3. Wasjud Siswo Rahardjo (Kepala SR 4)
    4. Rawihardjo (Kepala SR 5)
    5. H. Ahmakmuri (Kepala Desa Bumiayu)
    6. Tjarlan (Kepala Desa Kalierang)
    7. H. Kamali (Kepala Desa Dukuhturi)
    8. Tjarta (Kepala Desa Jatisawit)
    9. Tjipto (Kepala Desa Adisana)
    10. Maswan Siswo Mertoyo (Guru SR)

http://www.topfm951.net




Profil Singkat Radio Topfm 95.1 MHz

Sebagai media elektronik Radio TOPFM selalu menjadi idola sejak mengudara pertama kali pada tahun 2001 sampai sekarang. Basis system siaran dengan menu utama Hiburan dan Informasi sepanjang bagian Paguyangan, Bumiayu, Ajibarang, Bantarkawung, Salem, Banjarharjo, Tonjong, Sirampog, Songgom, Ketanggungan, dan sebagian Wilayah Tegal, Sebagian Wilayah Cialacap Barat, Ciamis, Kuningan kental dengan muatan style (gaya) Bumiayu-an. Mengukuhkan Radio TOPFM menjadi Sentra Hiburan dan Informasi yang bisa diterima oleh masyarakat lokal.

Sentuhan managemen tertata dan kedisiplinan merupakan dasar pijakan utama pada optimalisasi pelayanan terhadap produk-produk yang terpasang dan khalayak pendengarnya yang mengarah pada efektifitas dan benefiditas bagi kota dan desa dalam jangkauan siar.

Kegiatan OFF AIR menjadi bagian komunikasi kami yang mengemban misi dan visi yang strategis sebagai wahana pencerahan sekaligus kreatifitas yang hangat dan afresiatif.

“Inspirasi Kita Semua”
Slogan yang juga menjadi misi kami dimana program disajikan agar menjadi inspirasi buat pendengarnya bergaya khas dan pas buat orang Bumiayu.

Bumiayu sebuah kota yang terletak diKabupaten Brebes bagian selatan di apit oleh 5 Kecamatan dan Berbatasan dengan wilayah Banyumas juga Cilacap sangat prospektif untuk menyebarkan informasi dan promosi dengan segala kebutuhan dan kematanganya dalam keseharian baik untuk masyarakat pedagang, buruh, petani, swasta, PNS, juga pelajar mulai dari usia 15 tahun s/d 45 tahun, dengan kelas social ekonomi bawah menengah, sebagai mana kami menyapa pendengar dengan TOP MANIA !



Nama Station : Radio Singosari TOPFM
Call Station : TOP FM
Frexwensi : 95.1 MHz
Positioning : Inspirasi Kita Semua
Nomor Izin : 00403701-000SU/202002
Call Sign : PM 4 FAB
NPWP : 02.105.094.3-501.000
Alamat Studio &
Kantor Pemasaran : Jl. Raya Paguyangan No. 59 Paguyangan (Bumiayu)
Kab. Brebes 52276
Telp Studio : 0289 5109095
Fax. : 0289 432995
 SMS Online : 081 22 969 3838 E-mail : topfm951@yahoo.co.id
 Contact person (DISPA DJ) : 08156516989 | 0289 5105025 | 0853 26 111 234
Sales Officer : Bayu
EO : Topline production
AREA LAYANAN :

Bumiayu, Paguyangan, Sirampog, Tonjong, Bantarkawung, Salem, Ajibarang, Margasari, Songgom ,Banyumas, Cilacap, Tegal

FORMAT MUSIK
Pop Indonesia : 40 %
Dangdut : 35 %
Campursari & Keroncong : 15 %
Barat : 5 %
Lainya : 5 %

PROFILE PENDENGAR
Pria : 40 %
Wanita : 60 %

USIA
15 – 19 tahun : 20 %
20 – 29 tahun : 35 %
30 – 39 tahun : 25 %
40 up : 20 %

STATUS EKONOMI
B : 20 % C : 45 % D: 35 %

JAM SIARAN
ON : 05.00 WIB
OFF : 01.00 WIB

Informasi, Pendidikan dan Hiburan



Radio Streaming : 
Streaming : http://streaming.topfm951.net:9510/listen.pls
Streaming : http://topfm951.indostreamserver.com:8170/listen.pls

Kamis, 01 November 2012

geholgaul.blogspot.com Tentang Gehol

Tentang Gehol

Gehol adalah bagian sekaligus ibukota dari Kelurahan Sindangwangi. Sindangwangi sendiri adalah desa di kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia.

Gehol alias Jetak di jaga oleh dua buah bukit bernama Gunung Geulis di sebelah barat dan Gunung Cikadingding di sebelah timur. Kedua bukit tersebut adalah pintu gerbang Gehol dari arah selatan. Disebelah utara gehol berbatasan dengan desa Pengarasan dan dengan dukuh-dukuh lainnya yang masuk Kelurahan Sindangwangi maupun Pengarasan. Secara langsung, Gehol berbatasan dengan Cipancur di baratlaut, Sindangwangi di utara dan Cikamuning di barat daya. Di sebelah selatan Gehol berbatasan langsung dengan Sukajaya.

Penduduk Gehol sebagian besar petani dengan penghasilan utama padi, bawang merah, jagung dan aneka tanaman paliwija lainnya. Geografis Gehol yang dikelilingi perbukitan membuatnya berudara sejuk cenderung panas seiring dengan kian gundulnya perbukitan di sekitarnya. Beruntung, Gehol memiliki Petahunan sebagai sumber irigasi dan Cigunung yang mengalir menyisir Gehol di sebelah selatan.

Kota terdekat Gehol adalah Bumiayu. Jarak antara Gehol dan Bumiayu sekitar 50km. Dari Bumiayu menuju Gehol, terdapat aneka transportasi mulai dari angkot, mobil angkutan bak terbuka hingga ojek. Kebanyakan mobilitas Gehol-Bumiayu adalah warga yang berprofesi sebagai pedagang.

URL Source :
http://geholgaul.blogspot.com/p/tentang-gehol.html 

Minggu, 28 Oktober 2012

Siswa SMPN 1 Bumiayu Belajar Berkurban

BUMIAYU.ALJINET - SMP NEGRI 1 BUMIAYU, Hari raya kurban yang berlangsung selama setahun sekali dimanfaatkan pula oleh siswa-siswi SMPN 1 Bumiayu Brebes. Para siswa ini ikut peduli merayakan hari raya kurban dengan berbakti sosial menyembelih hewan kurban. Kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk kepedulian kepada warga masyarakat yang kurang mampu. Dibantu oleh para guru, para siswa ini mengumpulkan dana untuk membeli satu ekor sapi seharga Rp 9,5 juta.

Penyembelihan hewan kurban dilakukan di halaman sekolah setempat, pada Jumat (26/10). Setelah itu langsung dilakukan pemotongan daging kurban, menimbang serta mengemas daging kurban yang dilakukan para siswa dengan dibantu beberapa guru.

Menurut Muji Suwito, salah satu guru SMPN 1 Bumiayu, kegiatan seperti ini dimaksudkan sebagai proses pembelajaran sekaligus menanamkan jiwa sosial kepada para siswa. Dari mulai memotong hingga mengemas daging hewan korban, semua dilakukan oleh para siswa baik putra maupun putri. Selanjutnya mereka pula yang nantinya akan mendistribusikan kepada warga kurang mampu di sekitar sekolah maupun sekeliling tempat tinggal mereka.

Salvie salah satu siswi SMPN 1 Bumiayu mengaku senang bisa mengikuti kegiatan pembagian hewan kurban disekolahnya. Dia senang bisa ikut berbagi dengan warga masyarakat yang kurang mampu disekitar sekolah maupun seputar tempat tinggalnya. (Purwanto)

NOTE : Rasulullah SAW telah bersabda, maksud Hadits: “Barang siapa yang menyembelih sebelum Sholat eid sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya dan barang siapa yang menyembelih setelah sholat dan dua khutbahnya maka ia telah menyempurnakan ibadahnya dan ia telah melaksanakan sunnah orang orang beriman” (Bukhari & Muslim).

Lebih jelasnya, waktunya empat hari, yaitu diawali setelah Sholat Idul Adha dan dua khutbahnya (tanggal 10 dzul hijjah) sampai tenggelamnya matahari pada tanggal 13 Dzul Hijjah/ akhir hari tasyriq. Dan afdholnya, dilakukan di hari Idul Adha hingga matahari terbenam. Wallohu A’lam Bi Showab.

Selasa, 23 Oktober 2012

mendoan makanan kuliner khas bumiayu

ALJINET, BUMIAYU - BUMIAYU adalah salah satu tempat kuliner yang terdapat di sebelah selatan kota brebes, contoh nya mendoa merupakan makanan khas di bumiayu,mendoa asal kata dari MENDO yang artinya setengah matang atau lembek.Bahan makanan yang paling sering dibuat mendoan adalah tempe dan tahu.Banyak sekali penjual di bumiayu yang menawarkan mendoan sebagai cemilan hangat di bumiayu.

Malam minggu anak muda mudi mendatangi tempat atau warung mendoan,segedar menikmati mendoan khas bumiayu,termasuk saya juga pengemar masakan mendoan hehehe.
  
Bahan
Untuk membuat tempe mendoan adalah dibutuhkan:
  • Tempe kedelai khusus mendoan yang berupa lembaran tipis tempe yang dilapisi daun pisang (tempe buntel).
  • Tepung beras dicampur dengan sedikit tepung terigu.
  • Daun bawang atau kucai di iris halus.
  • Bumbu halus (garam, bawang putih, dan ketumbar).
  • Minyak untuk menggoreng

Penyajian

Mendoan tempe disajikan dalam keadaan panas disertai dengan cabe rawit atau sambal kecap. Mendoan tempe dapat dijadikan sebagai lauk makan ataupun makanan ringan untuk menemani minum teh atau kopi saat santai.
Mendoan tempe mudah ditemui di warung-warung tradisional di wilayah eks karesidenan Banyumas dan Tegal termasuk bumiayu. Untuk wilayah Banyumas, para pelancong membeli oleh-oleh mendoan tempe di daerah Sawangan, Purwokerto, yang merupakan pusat jajanan khas Purwokerto.Untuk mendoan tempe yang paling terkenal di bumiayu adalah milik mendoan pak paijo yang berusaha dekat jembatan kalikeruh tepatnya di pasar jero bumiayu.bila ada berkunjung ke bumiayu silakan mampir ke mendoanya pak paijo buka setiap malam
Rasa yang "unik" membuat makanan ini menyebar hingga ke luar daerah Banyumas. Tempe Mendoan dapat ditemui di kota-kota besar Jawa Tengah, bahkan hingga ke Jakarta.
Di kota-kota lain di Jawa Tengah seperti Semarang, Mendoan lebih merujuk ke tempe goreng tepung, atau di daerah lain disebut tempe kemul, dimana tempe yang berbentuk tipis itu hanya irisan. Hal ini sedikit menimbulkan kerancuan, terutama bagi pendatang dari Jawa Tengah bagian barat. Mendoan purwokerto berbeda dengan mendoan dari beberapa kota di wilayah jawa tengah, lebih terasa basah minyaknya. Mendoan khas purwokerto lebih nikmat apabila di sajikan dalam keadaan hangat.
Makanan ini dapat dibuat tanpa memperhatikan besarnya tempe atau banyaknya tepung. Mendoan tanpa tempe atau mendoan dari bekas sisia tepung juga nikmat disantap.
.

www bumiayu net

BUMIAYU adalah salah satu kota di daerah kabupaten brebes,tepatnya sebelah selatan brebes. Bumiayu sedikitnya memiliki 5 kecamatan antara lain tonjong,sirampong,bantarkawung,salem dan bumiayu sendiri.

Nama Bumiayu diberikan oleh Adipati Anom (Amangkurat II) dalam pelariannya ke Tegal, karena di daerah ini ia bertemu dengan penduduk sekitar yang berparas cantik (bahasa Jawa: ayu)

untuk nama kelurahan/desa nya  bumiayu memiliki  10 kelurahan di antaranya:
  1. Adisana
  2. Bumiayu
  3. Dukuhturi
  4. Jatisawit
  5. Kalierang
  6. Kalilangkap
  7. Kalinusu
  8. Kalisumur
  9. Kaliwadas
  10. Langkap
  11. Laren
  12. Negaradaha
  13. Pamijen
  14. Panggarutan
  15. Pruwatan

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More